5 Fakta Mengagumkan tentang Pendukung PSS Sleman yang Mendunia

Ribuan berita olahraga terbaru datang setiap hari dan diproduksi oleh banyak media massa. Tapi yang benar-benar mampu terekam dalam catatan sejarah dunia hanya ada beberapa. Salah satunya adalah apa yang ada pada supporter atau pendukung PSS Sleman. Ya, kelompok supporter yang bermarkas di Jogja itu memiliki sejumlah fakta menarik yang rekeman apik dalam catatan sejarah sepakbola dunia.

Terlepas dari berbagai persoalan suporter di tanah air yang kerap menimbulkan gesekan antar supporter kala tim kesayangan sedang bertanding. Supporter di Indonesia adalah pemain ke dua belas yang begitu fanatik kepada tim kesayanganya. Bahkan sekalipun tim nasional kita masih belum bisa dibanggakan di kancah internasional, aksi supporter indonesia terdengar hingga dunia. Termasuk yang di lakukan oleh PSS Sleman Yogyakarta, Brigata Curva Sud (BCS).

Fakta di balik supporter Brigata Curva Sud (BCS)

  1. Mengalahkan Ultras Jepang dan Korsel.

Salah satu situs yang melakukan pernilaian pada seluruh supporter di dunia dan hanya memfokuskan diri pada supporter telah melakukan pernilaian pada sejumlah supporter terbaik di dunia. Termasuk yang ada di Indonesia, hasilnya Brigata Curva Sud (BCS) menempati urutan pertama mengalahkan Frente Tricolor (Korea Selatan),Urawa Boys (Jepang),Boys of Straits (Malaysia), dan juga Bangal Brigade (India).

  1. Koreo dan lagu a la ultras Italia.

Setiap supporter pasti memiliki aksi ketika mendukung tim kesayangan mereka. Sama dengan yang ditujukan oleh Brigata Curva Sud (BCS), mereka mengadopsi gaya supporter Italia ketika mendukung. Mereka berdiri, membentangkan bendera raksasa, flare dan kembang api. Tapi tak hanya itu saja, Brigata Curva Sud (BCS) juga mengadoksi chants dukungan dari pendukung klub bola Italia.

  1. “No leader, just together”.

Salah satu filosifi menarik yang diterapkan oleh Brigata Curva Sud (BCS) adalah tidak adanya ketua dalam kelumpok supporter mereka. Mereka adalah individu-individu bebas yang tidak diperintah. mereka hanya bersama untuk mendukung tik kesayangan mereka. Meski demikian mereka memiliki kesadaran penuh untuk mendukung tim. Sebagaimana filosifi lain mereka, “No Ticket, No Game”, “No Politica”, dan juga harus “Mandiri Menghidupi”.

  1. Ladies Curva Sud.

Iapa bilang dunia supporter hanya milik kaum adam, sama juga dengan dunia sepakbola. Supporter kini tak lagi menjadi dominasi kaum Adam. Sudah banyak perempuan yang menjadi supporter, temasuk juga dengan BCS. Para perempuan Sleman tak lagi ragu untuk datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan hebat tim kesayangan mereka untuk menjadi suppoeter. Mereka tak canggung bila harus mengenakan atribut, berdiri, dan bernyanyi. Para pendukung wanita itu juga tergabung dalam Ladies Curva Sud.

  1. Punya usaha dan jadi sponsor PSS Sleman.

Salah satu yang paling menarik adalah komitmen para supporter tim PSS Sleman untuk tidak sekadar jadi supporter biasa. Mereka harus bisa jadi supporter yang memiliki aksi nyata buat tim kesayangan mereka. Mereka memiliki CS Shop, yaitutu usaha yang berfokus untuk melakukan penjualan pernak-pernik supporter, dan juga ada CS Mart untuk barang kebutuhan sehari-hari. nah dari dua hasil usaha itu, mereka menjadi sponsor tim PSS Sleman. Jadi mereka punya andil soal kebijakan club.

Nah satu lagi yang menarik dari club supporter ini, mereka bukanlah club supporter yang ugal-ugalan, bengal dan stigma negatif lainya, mereka adalah kelompok supporter yang santun dan mencoba menghapus stigma negatif supporter. Sebagaimana berita olahraga terbaru banyak beritakan.

Sharing is caring!