5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Asuransi Kesehatan

Tidak ada orang yang ingin terkena penyakit apa pun. Namun, tidak ada pula yang bisa memastikan bahwa Anda akan selalu sehat. Ketidakpastian inilah yang membuat banyak orang akhirnya memutuskan untuk mendaftar asuransi kesehatan. Dengan begitu, apabila ia sakit dan harus dirawat di rumah sakit, kondisi keuangan tidak akan terganggu karena ada asuransi kesehatan yang meng-cover-nya.

Namun, dengan begitu banyaknya jenis asuransi kesehatan yang ada, memilih satu yang sesuai dengan kebutuhan bisa cukup menyulitkan. Agar tidak salah pilih, berikut lima hal yang harus diperhatikan sebelum memilih asuransi kesehatan.

Jangan Menunggu Sakit

Saat ini, Anda mungkin merasa sehat. Namun, tidak ada yang dapat menjamin bahwa kondisi Anda akan selalu seperti itu. Oleh sebab itu, selagi Anda masih sehat, daftarkan diri Anda ke asuransi kesehatan. Jangan sampai ketika terbaring lemah karena sakit, Anda baru menyadari betapa pentingnya asuransi kesehatan. Lagi pula, kecil kemungkinannya bagi asuransi kesehatan untuk mengabulkan permohonan Anda jika Anda mengajukannya saat sakit.

Tips Mempermudah Klaim Asuransi Kesehatan

Dalam asuransi kesehatan, dikenal yang namanya ketentuan pre-existing condition, yakni kondisi penyakit yang sudah ada sbelum Anda menjadi nasabah asuransi kesehatan. Penyakit-penyakit yang sudah ada ini biasanya tidak ditanggung oleh pihak asuransi. Pasalnya, jika nasabah yang diterima sudah sakit, pihak asuransi pasti rugi karena biaya rumah sakit akan lebih besar dari premi polis.

Kenali Betul Produk Asuransi Kesehatan

Setiap perusahaan asuransi menawarkan berbagai produk asuransi kesehatan yang berbeda. Tujuannya adalah nasabah memiliki banyak opsi dan dapat terbantu secara maksimal. Namun, umumnya, ada dua tipe produk asuransi kesehatan yang ditawarkan, yaitu penggantian dan santunan. Untuk produk penggantian, biasanya pihak asuransi kesehatan memberikan kompensasi sejumlah biaya yang telah Anda keluarkan selama tidak melebihi batas maksimal plafon kewenangan hak Anda. Sedangkan, produk santunan memberikan penggantian biaya sejumlah nominal yang telah disepakati.

Persyaratan Rawat Inap

Banyak orang berpikir bahwa dengan asuransi kesehatan, Anda bisa bebas mengklaim asuransi setiap kali melakukan rawat inap. Padahal, kenyatannya tidak seperti itu. Pihak asuransi kesehatan memiliki berbagai syarat dan ketentuan khusus. Misalnya, rawat inap harus dilakukan di rumah sakit. Jadi, apabila misalnya Anda dirawat inap di klinik, maka pihak asuransi kesehatan tidak akan menggantinya.

Lamanya waktu rawat inap juga biasanya menjadi salah satu syarat. Ada perusahaan asuransi yang memungkinkan Anda melakukan klaim meskipun hanya dirawat inap dalam sehari, tetapi ada juga yang mengharuskan minimal 2 hari rawat inap. Bahkan ada pula perusahaan asuransi yang akan memberi klaim meskipun Anda hanya berada di UGD (tidak perlu masuk kamar) minimal selama beberapa jam. Oleh sebab itu, agar nanti tidak merasa dibohongi, tanyakan tentang hal ini sejak awal mengajukan asuransi kesehatan.

Kalau Bisa Hindari Cash Plan

Cash plan adalah tawaran asuransi dengan manfaat penggantian berdasarkan lamanya waktu rawat inap. Jadi, misalkan satu hari rawat inap akan diganti Rp 1 juta, maka jika Anda dirawat inap selama lima hari, pihak asuransi akan memberi biaya pengganti sebesar Rp 5 juta. Umumnya, cash plan memiliki premi yang relatif lebih murah. Sekilas, hal ini memang terlihat menguntungkan. Namun, asuransi kesehatan yang baik adalah yang melakukan penggantian berdasarkan tagihan biaya perawatan di rumah sakit, mulai dari biaya kamar, dokter, obat, dan lain sebagainya. Anda boleh saja mengambil cash plan, tapi sebaiknya hanya berfungsi sebagai tambahan dari asuransi kesehatan.

Tanpa Limit per Perawatan

Dalam asuransi pkesehatan, terdapat limit atau plafon yang membatasi jumlah maksimum klaim biaya kesehatan. Umumnya, perusahaan asuransi menawarkan dua jenis limit, yaitu limit gabungan semua perawatan dan limit per perawatan. Sebagai contoh, limit gabungan membatasi gabungan semua biaya perawatan Rp 300 juta dalam setahun, sedangkan limit per perawatan membatasi biaya check-up Rp 10 juta setahun, biaya konsultasi Rp 5 juta setahun, dan sebagainya.

Jadi, mana yang harus Anda pilih? Ada asuransi yang hanya menerapkan limit gabungan, ada yang menggunakan limit per perawatan, ada pula yang menggabungkannya. Sebaiknya, pilih asuransi yang menerapkan limit gabungan agar Anda bisa fleksibel berobat berbagai perawatan selama tidak melebihi limit total.

Itulah beberapa tips memilih asuransi kesehatan. Semoga kelima tips tersebut bisa membantu Anda menemukan produk asuransi kesehatan yang memang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda.

Sharing is caring!