Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Bangun Rumah?

Bangun rumah butuh waktu berapa lama ya?” Jawaban pertanyaan ini pasti selalu mengarah pada kata “tergantung.” Yup, waktu pembagunan rumah kita tergantung pada beberapa faktor. Misalnya saja seperti pekerja bangunan, persediaan material, serta cuaca. Selain itu, waktu pembangunan juga dipengaruhi oleh kompeksitas proyek. Kontur tanah, area sekitar proyek, serta penataan lantai rumah akan menentukan tingkat kesulitan. Rumah yang dibangun atas permintaan individu akan memerlukan waktu yang lebih lama. Berbeda jika dibangun developer yang waktu pengerjaannya memakan waktu lebih sedikit. Secara umum, terdapat lima faktor utama yang mempengaruhi durasi pembangunan rumah. Faktor apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.

1.      Pre-Konstruksi dan Perizinan

Sebelum kontraktor mulai membangun rumah, tanahnya harus mempersiapkan terlebih dahulu. Pepohonan, batu-batuan, serta benda-benda lainnya harus disingkirkan. Setelah itu, barulah kontraktor dapat meratakan tanah untuk pondasi. Masalah-masalah yang muncul selama proses pre-konstruksi ini dapat memperlama durasi pembangunan rumah. Semakin banyak pekerjaan yang harus dilakukan, semakin lama juga proses pembangunan rumah.

Selain proses pre-konstruksi, proses perizinan juga berpengaruh pada waktu pembangunan. Terkadang, pemilik rumah kesulitan mendapatkan izin pembangunan resmi.

  1. Lingkungan

Lingkungan di tempat pembangunan rumah juga memperngaruhi waktu pengerjaannya. Lingkungan ini tergantung pada oleh lokasi daerah serta negara. Di negara-negara Atlantik bagian tengah, pembangunan rumah memerlukan waktu sekitar 9,5 bulan. Sementara itu, pembangunan rumah di daerah pegunungan memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Di daerah metropolitan, waktu pembangunannya memerlukan waktu sekitar 7 bulan. Berbeda dengan daerah pedesaan yang waktu pembangunannya lebih lama, yakni sekitar 9 bulan.

Ketika hujan, pekerja bangunan masih bisa melakukan banyak pekerjaan. Namun, ada juga pekerjaan yang harus tertunda karena hujan, misalnya memotong pepohonan. Di negara yang sedang mengalami musim salju, sulit untuk memasang beton sebagai pondasi. Sementara itu, hujan di musim semi juga membuat tanah semakin padat. Akibatnya, sulit untuk menggali tanah yang akan dijadikan pondasi.

  1. Ketersediaan Pekerja dan Bahan Bangunan

Musim panas biasanya menjadi waktu tersibuk untuk mengerjakan pembangunan rumah. Mungkin saja pembangunan rumah kita tertunda karena harus menunggu ketersediaan tenaga kerja. Jadi, waktu pengerjaan rumah sangat tergantung pada jumlah tenaga kerja yang tersedia. Proyek pembangunan juga ditentukan oleh spesialis yang dibutuhkan kontraktor. Contohnya ialah tukang gali, ahli listrik, serta designer interior.

  1. Mengganti Rencana Pembangunan

Mengganti rencana pembangunan seringkali akan memperlama proses pembangunan rumah. Apalagi jika kita memintanya ketika ketika proses pembangunan hampir selesai. Perpanjangan proses pembangunan juga dapat terjadi jika pemilik belum merencanakan pembelian furniture. Contohnya ialah 1 set lemari yang pemesanannya membutuhkan waktu enam hingga delapan minggu. Sementara itu, proses pemasangannya dilakukan dalam waktu satu hingga dua minggu. Ketika pemiilik rumah terlalu lama menentukan pilihan, lemaripun akan datang lebih lama.

Untuk meminimalisir penundaan konstruksi, berkomunikasilah dengan kontraktor secara baik-baik. Selama kontrsuksi, ada banyak pertimbangan yang membuat kita akhirnya harus memperlama   pembangunan.

  1. Gaya Konstruksi

Gaya rumah yang akan dibangun juga mempengaruhi waktu konstruksi. Pembangunan rumah atas permintaan individu biasanya dibangun selama 10 hingga 16 bulan. Sementara itu, rumah yang diproduksi pengembang hanya memerlukan waktu 4 hingga 6 bulan. Hal ini dikarenakan pengembang biasanya menggunakan jenis lantai yang sama seperti pembangunan sebelumnya. Jadi, waktu tidak akan terbuang untuk menentukan jenis lantai. Selain itu, para pekerja juga tidak memerlukan banyak pekerjaan untuk memasangnya.

Kunci utama agar pembangunan rumah tidak molor adalah kerja sama. Kita harus menjaga komunikasi dengan kontraktor. Selain itu, kita juga harus memastikan proses pembangunan sesuai estimasi perencanaannya. Dengan begitu, kita akan menghemat waktu dan biaya.

Sharing is caring!