Keputihan Saat Hamil Ini Bisa Membahayakan Janin

Keputihan saat hamil bisa terjadi ketika usia kandungan masih muda, sudah memasuki trimester kedua ataupun ketiga. Kemunculannya bisa membahayakan janin. Oleh karenanya, wajib bagi bunda untuk segera menanganinya dengan tepat.

Faktanya, keputihan menjadi masalah paling umum terjadi bagi kaum wanita. Sejak masih remaja, kaum wanita akan sangat akrab dengan masalah kewanitaan tersebut. Ada yang sifatnya normal, ada juga yang berbahaya.

Keputihan normal ditandai dengan keluarnya cairan dari area kewanitaan yang berwarna putih dan lebih encer. Sementara keputihan abnormal ditandai dengan warna kuning dan lebih kental. Ketika mengalami jenis kedua, wanita sebaiknya waspada, terutama ketika berada di masa kehamilan.

Keputihan pada masa kehamilan yang tidak normal bisa membahayakan janin. Makanya, diperlukan penanganan secepatnya. Apa saja bahaya yang mengancam dan cara menanganinya? Mari simak ulasannya berikut ini!

Bahaya Keputihan Abnormal Di Masa Kehamilan

Keputihan terjadi karena serangan bakteri jahat di area miss v. Bakteri kian berkembang, membuat iritasi pada bagian miss V. Munculnya keputihan tidak normal di masa kehamilan tentu saja berbahaya, terutama akan mengancam janin. Ancaman tersebut antara lain:

  • Bayi lahir secara premature

Premature adalah kelahiran bayi sebelum waktunya tiba. Kecenderungan ini bisa diakibatkan oleh keputihan yang tidak segera ditangani. Keputihan menyebabkan infeksi/iritasi pada bagian kewanitaan.

Infeksi ini semakin meluas, dan membuat kantung ketuban ikut terinfeksi. Akibat darinya, ketuban bisa pecah lebih cepat. Makanya, janin di dalam rahim harus segera dilahirkan.

  • Radang otak pada janin

Ini menjadi masalah serius. Terganggunya otak bayi bisa mempengaruhi sejumlah fungsi tubuh kedepannya. Malahan, bayi juga akan mengalami masalah mental. Ini yang harus dihindari.

Permasalahannya bisa berasal dari keputihan semasa ibu mengandung. Bakteri ataupun virus memasuki rahim, kemudian janin terinfeksi. Salah satu masalah yang akan dihadapi adalah infeksi pada otak bayi, tentunya tanpa mengesampingkan infeksi lainnya.

  • Perkembangan janin dalam kandungan terhambat

Perkembangan janin memang harus diperhatikan ibu. Tumbuh kembangnya di dalam rahim bisa didukung dengan pemberian asupan nutrisi yang besar. Contohnya adalah melalui makanan.

Jika tidak, perkembangan janin akan terhambat. Contohnya adalah berat badan bayi yang terlahir akan rendah.

Selain makanan, ibu juga harus memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Keputihan menjadi masalah tersendiri bagi ibu hamil. Keputihan disebabkan oleh bakteri, bakteri inilah yang nantinya akan membuat penyumbatan pada penyaluran nutrisi. Akibatnya, berat bayi lebih rendah saat dilahirkan.

Cara Menangani Keputihan Saat Hamil

Dilihat dari ancaman nyata bagi janin, keputihan saat mengandung harusnya segera diselesaikan. Penanganan wajib dilakukan supaya tidak mengalami masalah serius seperti kelahiran premature dan lain sebagainya.

Bagaimana caranya? Cara mengatasinya sebenarnya cukup mudah. Contohnya adalah rajin membersihkan daerah kewanitaan.

Dalam proses membersihkan area kewanitaan, ibu harus memperhatikan langkahnya. Cara memulainya adalah dari bagian miss V, kemudian mengusapnya kebelakang. Ini dilakukan agar bakteri tidak masuk ke area miss V.

Selain membersihkan organ kewanitaan, ibu bisa menangani keputihan dengan membuat area miss v tetap kering. Caranya adalah dengan tidak menggunakan celana dalam terlalu ketat.

Tak hanya itu saja, rajinlah untuk mengganti celana dalam. Terutama jika celana dalam sudah begitu lembab. Kemudian, pilihlah celana dalam yang berbahan katun supaya penyerapan keringat atau cairan lebih cepat. Ini akan membuat area kewanitaan kering.

Kesimpulannya, keputihan bisa berbahaya bagi pertumbuhan janin. Untuk itulah, segera tangani agar tidak mempengaruhi kesehatan bayi kedepannya. Akhirnya, keputihan saat hamil tidak lagi mengkhawatirkan ibu.

Sharing is caring!